Tapi berawal dari hal seperti inilah tuhan buktikan kebesarannya, logikanya siapa yang tahu rencana Tuhan itu seperti apa..
"Melalui tangan kecil itu Tuhan kabulkan do'anya "
Rangkain kisah kehidupan yang rumit, saat anak kecil itu mulai bicara tentang mimpi,
waktu itu umurnya msih 10 tahun !
Seakan dalam mimpi itu dia melihat kenyataan, sehingga khayalan dan rekayasa itu ia rekam sebagai suatu pengalaman bahwa dalam satu kisah hidupnya, harapan yang ia tanamkan dalam hari - harinya menjalani hidup, telah pernah ia capai, sekalipun bukti dan saksi tak ia temukan untuk hal itu !!
Dalam tidurnya ia tersenyum ,karena saat itu ia melihat ibunya bahagia lalu berkata " anakku apakah ini harapanmu selama ini .. apakah ini doa mu, sehingga saat ini ibu bisa tersenyum tanpa beban untuk memikirkan bagaimana caranya besok kita lanjutin hidup, ibu bisa rasakan 1 detik dalam hidup ibu untuk berhenti berjalan, berhenti mengeluh dan berhenti untuk mengemis serta menangis, memohon agar besok orang ngak nanyain hutang- hutang kita yang kita pinjam buat makan kemaren "
Lalu kesadaran mulai timbul dikarenakan adzan untuk sholat subuh mulai terdengar, anak itu terbangun seolah - olah ia seperti orang yang berjalan jauh, keringatnya mencucur, karena kenyataan kepahitan kembali harus ia rasakan ! ia keluar dari kamar.. lalu menatap ibunya yang sudah mualai bekerja, ia teteskan air mata, lalu bilang tuhan kenapa ibu masih seperti ini, bukankah barusan saya sudah mampu kasih ibu kebahagian.. lalu kembali ia berfikir bhwa nyatanya itu hanya mimpi, kenyataanya , belum satu hal pun berubah dari hidupnya?
Sholat pun ia kerjakan sambil masih meneteskan air mata, saat sehabis sholat ia, coba berfikir, tak tau kenapa mulutnya bergerak dan berkata, ya allh ya tuhan jika memang harpan atas keinginan dan kemauan itu ada, berikanlah saya kesehtan untuk terus menjalani hidup tanpa harus tertiggal satu detikpun dalam hidup saya untuk berusaha, ya allah ya tuhan.. jika memang mimpi itu rekayasa.. apakah hidup ini juga bukan rekayasa, izinkanlah saya merekayasa hidup saya untuk lebih baik. ya alllah ya tuhan jika memang cita- cita itu tidak mengenal latar blakang sosial izinkanlah dan kabulkanlah saya untuk bercta-cita melebihi orang yang lebih mampu dan lebih layak untuk bercita-cita dari pada saya. ya allah berikanlah saya kejernihan berfikir, jikalau saya di dera dilema saat saya menajlini hidup sya, sehingga saya tetap berpegang teguh dengan anjuran dan laranganmu." amien
dengan cercahan do.a ia pun mulai merubah hidpnya, ia jlanai kehidupannya dengan ihklas sambil tetap bersyukur atas keadaanya.
Waktu pun mulai berlalu. 13 tahun sudah ia jalani kehidupanya higga satu persatu doanya di kabulkan tuhan,
obsesi serta tujuannya ia dapatkan.. lalu semua berkata mustahil anak seperti itu bisa seperti ini..
ia dapatkan gelar sarjananya dengan berbagai piagam penghargaan sebagai aktivis dan motivator muda di lingkugan pendidikannya.
Lalu Saat gelar itu ia raih dia sampaikan satu kata. saya raih ini lewat mimpi saya. motivasi saya hanya ingin melihat orang tua saya tersenyum, kata musatahil itu sudah saya ubah dan hidup ini telah saya rekayasa, setiap harapan keinginan dan usha yang saya taburkan di kabulkan tuhan, saat ini saya seorang anak dari orang biasa, telah gapai impian saya .. "melalui tangan kecil itu tuhan kabulkan doanya"
karna itinya semuan hanya untk ibu.................





